Sebagian besar masyarakat, pemilik kendaraan bermotor pasti memilih Beres atau bengkel resmi untuk pemeliharaan rutin kendaraan bermotornya. Dengan alasan kepastian originalitas sparepart, kelengkapan suku cadang yang tersedia serta alat-alat perbaikan yang komplit dan canggih. Ternyata hal itu tidaklah mutlak menjamin atas kepuasan konsumen akan jasa yang di berikan. Hal yang sering dilupakan adalah cek point setelah service. Dengan alasan bisa karena cape atau pelanggan sedang ramai, Terkadang cek point tersebut sering di abaikan. Padahal cek point ini adalah akhir dari sebuah jaminan kualitas atas jasa yang di berikan bengkel Resmi, agar tidak ada keluhan di kemudian hari. Cek point ini bisa seperti, apakah pemasangan sudah benar, apa tidak ada part yang tertinggal atau terpasang, mengencangkan baut yang rawan kendor, cek oli rem, kemudi, tekanan angin pada ban Dll.. walaupun sepele terkadang bisa membahayakan. Di sini penilaian konsument mulai diberikan, bengkel yang baik dan bengkel yang kurang baik. Yang baik tentunya dengan pekerjaan yang rapih,dan Yang buruk sebaliknya.
Sering terjadi montir Beres lupa memasangkan baut kembali di sebagian tempat yang sebelumnya dia buka. Walaupun terkadang tidak mempengaruhi performa namun bisa mempengaruhi kenyamanan maupun keselamatan berkendara. Masalah sepele yang bisa mengakibatkan masalah besar.
Seperti hari minggu kemarin saat VW service Yamaha mio, ada beberapa keluhan saat di Beres Yamaha. Dengan inisial bengkel NL. Ada beberapa keluhan seperti :
- Saat mendaftar sevice, job list untuk montir tidak jelas di tulis oleh receptionis bengkel. meski sudah di sebutkan apa saja yang VW ingin service. Jadi jika tidak di control hanya service CVT saja. Padahal job list tertera service ringan dan CVT. Ternyata si mbak receptionis kurang jelas menceklist joblis. Ini kali kedua setelah bebereapa bulan lalu service bengkel yang sama.
- Setelah service selesai, cek dirumah ada 2 baut blok CVT yang tidak terpasang. Dan karet penutup setelan gas yang berada di bagasi juga hilang. Balik lagi ke beres dan Kompain, di sebutkan oleh montir sebelumnya memang tidak ada satu baut. Tapi kenapa menjadi 2 baut yang hilang.:P. tapi montir langsung mengganti kedua baut yang hilang dan memasang karet yang tertinggal. Masalah terselesaikan.
- Tidak meletakan kembali barang2 yang berada dI kendaraan. Setelah balik lagi ke beres untuk di pasangkan kembali baut yang hilang. Ternyata ada yang tertinggal lagi, yaitu gembok pengaman. VW baru sadar ketika ingin mengunci cakram. Kunci pengaman tersebut tidak ada kemungkinan tidak diletakan kembali pada tempatnya oleh montir. Dan betul setelah di telepon ada di laci kerja montir.
Nah ketiga hal sepele diatas bisa mempengaruhi citra baik sebuah bengkel. Sebetulnya yang di harapkan kemarin. Jika memang tidak ada satu baut yang terpasang sebelumnya. Segera di infokan ke konsumen, agar tidak terjadi kesalah fahaman. Karena baut yang tidak terpasang di area mesin bukan body. Pastinya sebagai pemilik kendaraan akan hapal betul kendarannya, kekurangan apa saja yang ada di kendaraannya. Dan konsumen menilai dari hal-hal kecil terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian pada hal besar.
Ya memang tidak semua bengkel resmi seperti itu. Namun sebagai konsumen, kita harus kritis agar kedua belah pihak saling diuntungkan.. kita sebagai konsumen akan menjadi pelanggan dan Beres pun semakin rame.

























